Search This Blog

Tuesday, February 2, 2010

Meneguhkan idealisme generasi muda Muhammadiyah untuk kepemimpinan bangsa


Meneguhkan idealisme generasi muda Muhammadiyah untuk kepemimpinan bangsa
Oleh : Piet Haidir

Islamic reformation n light thinker (hubungan kebaikan dengan pencerahan yg mncul dari actor-aktor yang tercerahkan) buku dari Ali syariati. Ada hubungan positif antara pembaharuan islam dengan orang yang tercerahkan.
Yang dimaksud dengan actor-aktor yang tercerahkan adalah: yang dapat membentuk habitus-habitus baru.
Modal social yang harus dimiliki oleh seorang untuk menimbulkan kepemimpinan yang baru yaitu adalah modal social (network) kutnan.
Tidak ada in light thinker dan the in light actor, sebabnya adalah :
1.     tidak bisa mengidentifikasi arena yang dihadapinya.
2.     gagal membentuk modal social baru.
Dalam konteks arena kontekstasi siapa dari aktor2 dlm Muhamaadiyah mewarnai pemikiran bangsa???? (tidak ada)
Rekomendasi :
a.     Perlu ada basis gerakan pengetahuan n network.
Pengetahuan??? Bukan seperti pengetahuan pada umumnya, tetapi Belajar yg kemudian menjadi kesadaran baru. Pengetahuan yang kita sadari betul sehingga menjadi pilar dan menjadi habitus-habitus baru.
Pengetahuan harus menimbulkan inspirasi baru. Pengetahuan harus ditularkan kepada orang-orang disekitar kita.
Sebab Hammas menang karena digerakkan oleh perempuan. Gerakan perempuan menjadi pilar pencerahan yang interaktif.

Pertanyaan-pertanyaan
1.     mahasiswa tidak mempunyai orientasi yg jelas dalam dirinya, sehingga timbul staknasi dalam gerakan-gerakannya. Apa yang dapat dilakukan jika kesadaran social telah mati dalam diri kita? Bagaimana langkah-langkah untuk membongkar wacana tentang “ketika saya lulus saya harus jadi pegawai negeri, menjadi pegawai di sector-sektor tertentu atau tidak mempunyai prospek yang jelas”?
2.     (Yuki) bagaimana cara untuk menyeimbangkan antara keintelektualan n networking?
3.     (Oci) bagaimana kita meneguhkan ruh generasi muda untuk memperjuangkan bangsa kita?
4.     Bagaimana idealisme tersambungkan dengan kepemimpinan bangsa?

5.      
6.      

Jawaban :
1.     cara membentuk habitus baru: secara teoritis:
a.     gerakan resisten anak muda yang bergabung dengan petani, lewat network yang berasal dari petani. (gagal: anak muda itu melek akan petani, tetapi tidak mau gaul dengna petani). Jangna sampai kita melakukan treatment2 tertentu, tetapi kita tidak mau bergaul dengan mereka.
Dalam kasus IMM, ada 2 problem:
a.     pada treatment itu sendiri. harus ada prakondisi dalam penerapan treatment itu. 
b.     kesinambungan dari treatment itu sendiri.   
Network yang baik adalah dengan silaturahim hati dan pemikiran.
Peneguhan idealisme dengan treatment yg terukur n dengan networking n pengetahuan yg terukur juga.
cara mengajak mereka adalah dengan merekrut mereka dengan bahasa mereka.
Gerakan massa n kader?? Mana yg lebih penting??? Dua-duanya penting.. kita harus menjadi gerakan massa yang kuat dan juga gerakan kader. Ciptakan kader yang fariatif, dengan kader yang siap menghadapi arena, dengan membuat dia tertantang, yaitu dengan memberi latihan-latihan yang sudah tertata rapi dan teroganisir kepada mereka.
Teori DEMSOSREK (Demokrasi, sosialisme n religiusiltas)
Demokrasi :
a.     akuntabilitas (memelopori audit-audit demokrasi)
b.     egalitarinism ()
c.      transparansi (bisa dipertanngung jawabkan)
d.     inklusifitas (jangan menjadi gerakan yang mencla-mencle, disini bilang begini dan disana bilang begitu)
e.      perlindungan terhadap kaum minoritas
sosialisme
a.     kita peduli kepada the weak people dan korban kebijakan.
Religiusitas
Saleh secara jasmani dan saleh secara sosial.

komunitas yg selalu berfikir sehat dan bergerak sehat, sehingga timbul sebuah karya.

Networking n system pengkaderan…
Pendidikan hanya satu (tidak ada pendidikan cultural n pendidikan politik), yang penting adalah bagaimana kita mendidik hingga bisa menjadi seorang yang tercerahkan dan berbuat menurut kebutuhan umat.  
Yang penting bukan pendidikan secara cultural ataupun politik, tapi Bagaimana IMM punya model yang terukur…..????
Teori n praktek, jangan sampai dipisahkan. Teori menghantarkan praktek, tapi praktek memperkaya teori. Ada pembaharuan terus-menerus untuk mengapresisasi arena.
Kepemimpinan bangsa yang idealisme adalah pengetahuan n networking + dapat memanage arena.




No comments:

Post a Comment