“TEORI” KAPAL KARAM
Kapal besar berlayar penuh muatan, diterpa gelombang dahsyat. Nakhoda dan awak kapal sibuk sendiri-sendiri dan tak mampu mengendalikan arah perjalanan. Kompas pun tidak di tangan. Sementara penumpang pun melebihi kapasitas dengan berbagai macam tingkah, bahkan di antara mereka ada yang membocorkan kapal secara tak bertanggungjawab. Dalam keadaan seperti itu kapal bukan hanya akan kehilangan arah, bahkan kemungkinan karam di tengah jalan sebelum sampai ke pantai tujuan. Apa yang dapat diharapkan dari ekspedisi semacam itu?
APA SULITNYA BERSATU?
Apalah artinya butir-butir lidi kalau dibiarkan berserakan? Jika diikat jadi kesatuan berfungsi sebagai sapu. Belajarlah pada laba-laba bagaimana caranya membangun jaringan dari satu menjadi banyak. Jaring laba-laba dikenal kuat dan dalam sejarah menjadi tempat aman untuk berlindung Nabi dan Abubakar ketika hijrah. Allah pun mengabadikannya menjadi nama surat dalam Al-Quran, Al-’Ankabut. Setelah kita kuat, janganlah bertingkah seperti kiasan dalam Al-Quran: seseorang yang mengurai kembali benang setelah dipintalnya, lalu semuanya menjadi berantakan.
CITRA PEMIMPIN
Kata pepetah, ikan busuk dimulai dari kepala. Jika pemimpin baik dan menjadi uswah hasanah, maka umat dan pengikut pun akan meneledaninya. Jadilah pemimpin sebagai Khadim al-Ummat, gemar melayani dan berkhidmat, bukan yang gemar dilayani dan merepotkan umat.
Pemimpin bak burung rajawali, terbang tinggi ke angkasa tinggi, kemudian hinggap di setiap tempat untuk mengalirkan listrik perubahan, tapi tak pernah membangun sarangnya sendiri (bukan tipe orang yang mementingkan diri sendiri, apalagi ajimungpun)
Jangan jadi pemimpin mercusuar, suara menggelagar menembus angkasa raya, tapi tak berpijak ke bumi.
------Fastabiqul Khoirot---------
No comments:
Post a Comment