Disuatu malam terakhir di bulan januari. Ku terpaku diatas sepeda hitam mengkilat punyaku. Ku pandangi sekeliling rumah tua yang ku tinggali dengan kawan-kawanku, tepatnya di Sekretariat IMM Bangkalan.
“dik….!!!!” Seseorang memanggilku, “ eh.. ,” ku tersentak dan ku pandangi dia, “ oalah…awakmu dar…dar…., tak kiro sopo.. Ono opo ?” kataku , dengan logat jawa yang ku campur-campur dengan bahasa Indonesia. “He….dia tersenyum meringis, gak muleh ta ?” tanyanya. Dargombes panggilannya, disini aku dan dia memang masih baru, hampir 6 bulan kita tinggal disini, tapi Cuma tinggal kita berdua saja yang masih bertahan dipulau garam, orang-orang menyebutnya. Tepatnya dipulau madura,.
“ealah..,Kalau masalah pulang itu gampang dar.. na awakmu dewe yo opo, muleh ta ?” tanyaku.
“Emboh…, aku yo masih bingung mau pulang apa enggak, tapi tadi pagi orang tuaku nelepon, katanya sih ada perlu di rumah.”jawabnya.” Wes lah dar..na pulang sana…, orang tuamu kepikiran nanti.” Kataku meyakinkannya.
Sekejap dia meninggalkanku , dan kubalikkan badanku lagi kedepan. Dalam hati kecilku berkata, ‘nek dargombes muleh, aku lak ijenan nok kene.., yowes, gak popo….’ Dan tak lama kemudian dia datang menghampiriku dengan merangkul ranselnya. “loh ?.,jadi sekarang to pulangnya..? “ tanyaku. “Piye karep mu ?, mau ngomonge dikonkon muleh…., tambah saiki gak oleh…” jawabnya. “ bukannya aku ngelarang dar.., yowes lek ngono na pulang sana…!!” suruhku.”hati-hati yo.., salam ke orang tuamu dar…” perintahku. “ ok !! Assalamualaikum….” jawabnya. ” Waalaikum salam….”……jawabku dengan sedikit kecewa.
Seiring dengan kepergiannya, ku masuk kedalam kontrakanku. Ku ambil remot Tv dan ku nyalakan dan ku cari-cari chanel Tv yang bagus. Jariku terhenti disebuah chanel Tv, Tvone. Masya Allah…ku kaget dengan apa yang ku lihat.., disitu disiarkan telah terjadi demo yang diwarnai keributan antara mahasiswa dengan aparat keamanan. Lalu kumatikan saja Tv itu. Sunyi, sepi yang sedang kurasa. Ku kembali keluar dan duduk termangu diteras yang didepannya terpagari oleh bambu kuning yang tersusun rapi nan indah. Ku lirik jam tangan silverku, jam 21.25 WIB, sudah hampir jam 21.30 WIB. “ Arrgh….” teriakku. Ku berdiri dan ku pandangi jalan didepan ku, “ sepine cah…cah “ kataku. Memang pada minggu-minggu ini sedang libur kuliah semester ganjil. Lalu ku kembali lagi kedalam rumah, entah berapa kali aku keluar masuk rumah. Aku masuk kemar belakang dimana ku taruh barang-barangku, tak sengaja mata ku tertuju pada buku yang berserakan, ku pandangi satu persatu, dan kuambil satu buku disitu, “ Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah”, kalimat itulah yang menjadi judulnya. Ku baca dan ku baca, halaman demi halaman telah ku lalui,diakhir buku tersebeut terdapat ayat-ayat Allah SWT dan sebuah Hadist Nabi yang sangat menyadarkanku, tepatnya Q.S. Ar-Rum/30:30 yang artinya;
“ Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama(Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah saw. bersabda; “ Jika manusia itu mati maka terputuslah (pahala) amalnya kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoaakan orang tuanya. “
Setelah kubaca buku tersebut, ku pandangi sekali lagi buku itu, aku tak sia-sia membaca buku itu, dalam hatiku berkata, “ apakah lewat buku ini ya Allah, Engkau menyadarkan hamba mu ini.” Ku berdiri dan berjalan ke rak buku dimana seharusnya buku itu berada.
Ku pandang jam dinding yang bertengger didinding, sudah jam 23.53 WIB rupanya. Ku bergegas kedepan dan ku masukkan sepeda kebanggaanku ke dalam sekretku tercinta dan Ku tutup pintu depan . tapi, sembari ku tutup pintu, ku dengar suara sepeda yang semakin dekat, ku buka lagi pintu yang sempat mau ku tutup itu. “Ya Allah……, Pak Mus..!! “ kataku dengan sedikit kaget. “ Ei.. dik…, sopo wae nok sekret ?” tanyanya, sembari masuk ke dalam kontraan. Dengan sedikit sumringah ku jawab, “ aku ijenan pak.., mau dargombes jek buru wae muleh.., sekitar mari isya’an ngonoah,.. nok kene ijenan pak.., “ tekondi sampean pak ? “ tanyaku. “ teko gang limo, aku mau ajenge kate muleh, tapi yo emboh.. ko’ pengen wae rene.” Jawabnya. ‘ terbaek…sampean pak.., ngonconi aku wae nok kene” jawabku. “ Speedy ne jek kene’ ta ?”tanyanya. “ emboh pak.., sampean cobak dewe wae…” jawabku dengan singkat. Lalu ku tinggal masuk ke kamar depan, ku biarkan dia sibuk dan bergumul dengan laptopnya.
“ ikiloh….rokok,..”.selorohn